Maling Tertangkap, Ini Prestasi Pertama Program CCTV di Banjarmasin

Apa prestasi pertama Banjarmasin Command Center? Jawabnya adalah menangkap maling. Menggelikan tapi nyata.

Ceritanya begini, kemarin (6/3) sekitar jam 10 pagi, Balai Kota dihebohkan seorang petugas kebersihan pemko yang digelandang sejumlah PNS dan Pol PP. Lelaki berinisial AR itu diamankan ke kantor Bagian Umum Setdako Banjarmasin.

Setelah diinterogasi, lelaki kurus ini mengakui semua perbuatannya. Dia mencolong tas jinjing milik Muntiara Wati, pegawai Badan Keuangan dan Aset Daerah Banjarmasin. AR tak bisa berkelit lantaran semua gerak-geriknya terpantau CCTV (kamera pengintai).

“Bu Muntiara melapor kehilangan tas. Kami cek di Command Center, benar saja. Terpantau pada rekaman menit 8.21 Wita,” kata Kabid Teknologi dan Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika Banjarmasin, Husin Luthfie.

Dari rekaman itu, AR terlihat menjinjing tong sampah di halaman parkir mobil dinas walikota. Tanpa ragu dia memungut tas yang tergeletak di bawah pohon. Tas itu diletakkan korban begitu saja karena ia datang terlambat. Terburu-buru hendak mengikuti upacara bendera.

Barang curian berupa tote bag dari kulit berwarna krem. Isinya dompet dengan uang tunai, kartu ATM dan sebuah smartphone. AR menyembunyikannya secara terpisah. Tas diselipkan di antara tumpukan kardus bekas. Dompet dia simpan di kantong jaket dan ponsel disembunyikan di balik plafon toilet umum Balai Kota.

Lelaki 37 tahun ini hampir saja menjadi sasaran kemarahan pegawai. Lantaran tamu dan pegawai Balai Kota sering kemalingan helm. Tak ayal AR menjadi tersangka utama.

AR berkali-kali membantah. Dia mengaku ini merupakan aksi pertamanya. “Saya punya seorang istri dan tiga anak. Mencuri karena terpaksa. Sampai tanggal 6, belum juga gajian. Telat dari perusahaan outsourching,” aku warga Jalan Pasir Mas, Kecamatan Banjarmasin Barat tersebut.

Lalu, bagaimana nasib AR? Husin memilih menunggu keputusan korban. Apakah diselesaikan secara kekeluargaan atau dibawa ke kantor polisi.

Begitu Muntiara datang, hal pertama yang dia lakukan adalah mengecek isi dompetnya. Semuanya lengkap, tak ada yang berkurang. “Saya sudah memaafkan. Tak perlu dibawa-bawa ke polisi. Yang penting dia jera,” ujarnya.

Muntiara ternyata baru saja mengambil uang tunai dalam jumlah cukup besar ke bank. Berapa nominalnya, dia enggan menyebutkan. “Besok (hari ini) saya mau pergi umrah,” imbuhnya.

Ditanya bagaimana tas itu bisa raib, selepas apel, Muntiara ternyata mengobrol dulu dengan temannya. “Sudah mau mengambil tas, ada teman menyapa. Mengobrol sebentar, pas berbalik sudah hilang,” tukasnya.

Meski tak sampai dipenjara, pekerjaan AR sudah diujung tanduk. Husin memastikan akan meminta Bagian Umum, sebagai penanggungjawab rumah tangga Balai Kota untuk mengurusnya. AR diketahui sudah dua tahun bekerja menjadi petugas kebersihan pemko.

sumber: (inikata)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>